My Advertising

PUISI PUISI DEWI PERWIRA .W

HARAPANYANG HILANG
 
Dalamkeheningan jiwa yang sepi
Takada harapan dan keinginan
Hanyarintihan derita yang melantun ibarat syair lagu
Bukankarena tak mampu lagi berdiri
Tapikarena tak mau untuk berlari
Hatitelah mati karena tak memiliki asa
Takingin lagi merasa kecewa
Disinilahtelah runtuh segala asa
Disaatharapan tak lagi menjadi tongkat
Melangkahtanpa pasti, berjalan tanpa tujuan
Taklagi ada penopang, tak lagi ada harapan
Hanyahidup dengan mengalir seperti air




KAU
Akutak pernah mengerti siapa kau
Danternyata,
Kauadalah bunga di musim gugurku
Kauadalah es di musim panasku
Kauadalah oase di padang pasir hatiku
Kauadalah saputangan penghapus air mataku
Kauadalah tongkat disaat rapuhku
Kauadalah  bahagia diantara sedihku
Kauadalah cinta diantara benciku
Kauadalah lembut diantara kasarku
Kauadalah indah diantara burukku
Kauadalah kapal pesiar di pelabuhan hatiku
Kauadalah kunci dari gembok hatiku
Dankau adalah pemilik sah hatiku





PERPISAHAN
 
Tak pernah terpikir bahwa masa ini kan berakhir
Tak pernah terpikir bahwa perpisahan itu nyata
Dalam khayal selalu merasa kan terus bersama
Namun ternyata fakta memang tak bisa dipaksa
Perpisahan...
Kata sederhana yang penuh dengan makna
Kata yang tak pernah ingin didengar oleh siapa saja
Ingin membuang rasa takut untuk berpisah
Tapi rasa itu tak pernah bisa untuk dilawan
Melepaskan untuk pergi, seperti menusukkan jarum pada diri sendiri
Jika aku boleh meminta...
Aku tak ingin melepaskan genggamanku
Jika aku boleh meminta...
Aku tak ingin ada perpisahan dalam setiap pertemuanku
 
 (Dewi Perwira .W)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar